Perceraian.Haruskah ??

Kenapa pikiran ini tersirat dalam benak-ku?. Semenjak bocah lugu dan tak berpendidikan itu menuturkan cerita masa hidupnya. Saat kutanya kenapa?, Dia bilang tidak tau harus kemana? Apa sebab?
Dia sendiri tidak bisa menjawab,

15 tahun yang lalu dia dilahirkan dengan wajah imut nan lucu.Lahir dari pasangan yang telah ber-IKRAR sehidup semati ternyata kini bercerai meninggalkan anak buah hati mereka.saya tidak tau persis apa agama mereka, yang jelas saya hanya melihat mereka dari kaca mata saya sendiri.
Kini dia tinggal menghidupi hidup sendiri?, bagaimana dia bisa bertahan?, entahlah....
Janji mulia dan Sakral yang mereka utarakan saat melangsungkan pernikahan hanyalah janji sampah, dan janji nafsu semata, yang mana hanya menganggap dunia nyata ini hanya mainan hidup mereka.
Berbagai alasan mereka utarakan saat ditanya kenapa harus cerai Tidak tahan (tidak Kuat lagi), Tidak bisa dipertahankan lagi, dan apalah..pokoknya beribu alasan pasti kita dapatkan dari mereka, karena memang pada dasarnya mereka adalah SENIMAN CERAI.tentu mereka punya cara untuk menyelamatan diri sendiri. (EGOIS)
Terus kemana arti janji yang mereka ikrarkan dulu?, ha..lah...jelas itu hanya angin lalu,


kita kembali ke topik
kini bagaimana anak itu,
Saat kutanya tanggapan dia tentang kedua orang yang menelantarkannya
"Aku sangat menyayangi mereka, mungkin juga mereka sama dengan yang aku rasakan"
Jujur perkataan itu membuat perasaanku ter-iris dan semakin tidak suka dengan nama Perceraiaan dilihat dari segi dampak positif dan negatif tidakan sebuah perceraiaan, justru kebanyakan berdampak negatif. jelas pada relaitanya kebanyakan orang yang sudah bercerai memilih menikah kembali, hal ini menjadi faktor kedua membuat anak jadi terlantar dan tak ter-urus. Yang pasti mereka akan lebih memilih mengurus anak dari suami/istri yang baru. jika tidak itu akan memicu perceraian berikutnya.
memang ada beberapa orang yang berhasil mengurus anak dan keluarga walapun menikah kembali atau tidak menikah,
Akan tetapi persentasinya sangatlah kecil dibandingkan dengan yang gagal.tapi nyatanya dampak itu tidak pernah berpengaruh sama sekali, karena tingkat perceraian saat ini sangat tinggi sekali. pemerintah memang sepertinya memandang sebelah mata tentang hal ini, pada hal permasalahan yang cukup rumit ini adalah salah satu sumber masalah di masyarakat kita.Kenapa?, ya...kita sudah tau jawabannya tentu mereka tidak dapat sekolah, Tidak dapat didikan dari orang yang seharusnya mendidik. Membuat mereka liar, dan berbuat sesuka hati mereka demi mengisi perut dan hari-hari mereka. Siapa yang dirugikan dengan adanya hal itu..tentu kita yang ada di sekitarnya.

Bagaimana kita harus berbuat...? yang jelas ada

kita selaku masyarakat mencoba menghindari perceraiaan itu sendiri, menghindari konflik dengan menjalin komunikasi yang baik, karena memang kita melakukan itu demi kebaikan kita sendiri.cobalah untuk bersabar,dan berpikir seperti apa dampaknya nanti, kalau kita hanya memikirkan diri sendiri bagaimana kehidupan ini bisa bertahan dan sampai kapan. selaku umat yang ber TUHAN, jelas tidak ada masalah didunia ini yang tidak bisa kita atasi.yang pasti semua itu ada jalannya.Tentu bukan perceraiaan.

Titip Rindu Buat Ayah Dan Bunda Tercinta.

exploe


Written by

13 comments:

  1. ya itu lah hidup . . . Kebanyakan manusia selalu ingin menang sendiri. Makanya, banyak yang cerai. Karena pemikiran masing2 berbeda

    ReplyDelete
  2. lo lagi kenapa lae....? baru juga ditinggal bini seminggu... hahahahaha!

    bener, komunikasi emang penting!!!

    ReplyDelete
  3. wow.. dahsyat..
    " tidak ada masalah didunia ini yang tidak bisa kita atasi.yang pasti semua itu ada jalannya.Tentu bukan perceraiaan "

    setujaaaaaaaa............

    sadarkan calon penerus bangsa.. berikan gambaran nyata..
    sadarkan anak cucu kita
    hidup bukanlah hanya cerita..

    ReplyDelete
  4. Kalau memang dipertahankan rusak, kenapa enggak?

    ReplyDelete
  5. saling menutupi kekurangan, dan menyadari akan kekurangan masing2, saling support, berpikir jernih. perceraian hanya akan membawa masalah baru yang lebih besar.

    ReplyDelete
  6. masalah utama biasanya adalah faktor komunikasi...
    tkadang jg ada anekdot..klo liat anak orang ingat anak kita, klo liat istri orang maunya jadi istri kita...wakakakkk

    ReplyDelete
  7. yup benar...
    daripada bercerai, mending poligami!

    EH????
    *ditimpukin orang sekampung*

    ReplyDelete
  8. haduh2.. masi terlalu jauh lah bwt mikirin itu..
    *lanjutin nge-game*

    ReplyDelete
  9. emang yang menjadi "The Real" korban dari sebuah perceraian adalah anak-anak hasil pernikahan tersebut...sadarlah kau wahai orang tua yang sedang memikirkan untuk berpisah...

    ReplyDelete
  10. tipikal musisi band skg tuh .. dulu wkt blum ada yg naksir alias msh band blm tenar tuh istri di sayang. Barang skg udh tenar dan tajir serta bnyk cewek yg ngincer tuh istri di campak kan bgtu aja. Banyak tho contohnya ? ariel, pasha, (suami pingkan Coklat), ahmad dani. Payah tuh orang2 .. hik's .. sory mas jd ngomel disini..he..3x

    ReplyDelete
  11. "perceraian", sesuatu yg halal tapi juga yg paling tidak disukai..
    makanya, harus buang jauh2 pikiran ke arah sana deh..

    ReplyDelete

Terima Kasih atas Komentar anda, selamat bergabung di Exploe Blog

Followers