Dilema

Acara pernikahan mereka telah di tentukan, undangan dan persiapan lainnya telah dibuat lengkap oleh kedua calon mempelai.awalnya mereka tidak begitu berniat untuk melakukan terapy pra nikah,tetapi setelah di pikir-pikir kenapa tidak toh hasilya untuk kebaikan berdua. Begitu sekiranya yang terlintas didalam pikiran mereka. Sebuah tradisi kuno yang masih sering di lakukan pemuda-pemudi sekitar desa itu seminggu menjelang pernikahan. Adapun terapi yang biasa dilakukan adalah mencoba hidup sendiri dirumah orang yang tidak mereka kenal di Desa tetangga selama 2 hari dan tanpa bekal se-senpun  hal ini berlaku pada Calon mempelai Pria dan Wanita.hmmmmm (bisa diusir kal yach) Akan tetapi atas nama tradisi Desa tetangga menerima mereka dengan senang hati asalkan misi yang kita lakukan kita sampaikan sebelumnya .Setelah kedua hari itu bisa di lalui, tiba waktunya berkumpul dengan semua sanak keluarga dari kedua belah pihak. Disebuah tempat yang telah di sepakati bersama.
         Seorang Pria tua yang sudah berumur 75-an duduk dibarisan paling depan memanggil kedua calon pengantin. Setelah duduk di hadapannya beragam pertanyaan dihadapkan kepada mereka mulai dari niatan mereka, ketulusan, Cinta dan Janji-janji mereka setelah menikah nanti. Akan tetapi saat semua pernyataan itu disampaikan kini giliran sang Guru (begitu mereka menyebutnya) yang bertanya Anggap saja anda telah menikah dan didalam sebuah perjalanan kapal Laut menuju kota atau desa tujuan anda,Kapal laut yang anda tumpangi kebetulan mengalami kebocoran dan akan karam kurang lebih 10 menit lagi, didalam kapal yang tersisa hanya anda bertiga.(Si Pria,Si Wanita,dan Ibu Kandung Anda)"
Tetap hanya ada tiga orang tergantung pertanyaan di utarakan kepada siapa, jika pertanyaan di utarakan kepada si Pria berarti ibu Kandung si Pria dan sebaliknya"
Sementara pelampung yang ada di dalam kapal hanya tinggal satu dan kekuatan pelampung itu sendiri hanya bisa untuk dua orang saja.Kemudian Anda di posisikan sebagai pemeran utama dan yang mana anda harus tetap hidup dan mengambil sebuah tindakan menyelamatkan salah satu diantara kedua orangnya (Ibu anda atau istri anda) Siapakah yang harus anda pilih?????  Hening... hingga tak satupun orang yang ada ditempat itu berani angkat bicara baik orang tua dari kedua belah pihak maupun masyarakat sekitar karena selama menkahkan anak ini pertanyaan yang pertama sekali di ajukan. Sampai detik ini mereka belum menikah dan mereka saat ini butuh bantuan anda. Siapakah yang harus kita Pilih??

heheeheh

Exploe


Written by

18 comments:

  1. mempelai prianya aja yang tinggal di perahu..
    alasan pertama, istri adalah tanggung jawabnya dan ibu adalah restu hidupnya.

    alasan kedua, tenaga pria biasanya lebih kuat untuk berenang atau bertahan hidup :D

    ReplyDelete
  2. teganya sang guru, gara2 satu pertanyaan jadi blm nikah.. (menurut saya ketiganya menjadi korban, karena waktunya telah lewat dari 10 menit) ya kan...?

    ReplyDelete
  3. sang cowok donk yg berkorban kan lebih kuat dr kaum hawa. lagian itukan cuma pertanyaan, itung2 cari muka di depan mertua, he..he..

    ReplyDelete
  4. cuman crita-crita doang omm?? gak srius khann?

    ReplyDelete
  5. klo dq pilih slametin ibu dulu dongg,
    krn ibu g bisa diganti..klo istri bisa diganti...wkwkwkwk

    ReplyDelete
  6. ya gw mili bini gw lah....istri adalah tanggung jawab kita.....lagian pula ibukan sudah pernah menikah dan kami belum pernah...jadi kalo dia tewas sudah pernah merasakan indahnya pernikahan kalo bini kita yang tewas.....rugo dech mana biaya merit dah mahal lagi....ibu kita pasti iklash...mungkin dah umur dan ajalnya di laut.....dan yang paling penting..emang elo nya aja paul yang kurang ajar.....tinggal telp 911 selesai....

    ReplyDelete
  7. ah itu kan hanya seandaunya expl. pesang bagi mempelai berdua : klo bulan madu jangan di laut :D

    ReplyDelete
  8. wah pertanyaan yg susah di jawab ..? ibu atau istri. Mikir dulu ah :d

    ReplyDelete
  9. Pilihan yang sulit, tak ada jawaban untuk itu. Semua situasi akan mempunyai cara penyelesaian yang berbeda pula, lanjutkan pernikahan... daan sayangi keduanya, kalaupun ada situasi seperti itu terjadi, setiap kondisi akan menemukan jalannya masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Wah, biar saja ibu dan istri tetap berada dipelampung. Saya berenang aja ah...


    Keren banget ceritanya bro. Maknyos he..he.. Salam.

    ReplyDelete
  11. gw pilih istri gw.... karena, ibu menjadi tanggung jawab dari bapak

    ReplyDelete
  12. Jadikan aja tes seleksi istri..!

    ReplyDelete
  13. kalau berHONEYMOON jangan sekali kelaut ya friend!hehe...bikin paning! Ibu atau isteri? Exploe pilih siapa?

    ReplyDelete
  14. si prianya aja yang tinggal..
    ntar ibunya sama istrinya biar aku jagain deh...

    *lah aku ini siapa?*

    ReplyDelete
  15. Kira2 tar jawaban yang tepat diposting g ya he..he.. penasaran nih.

    Tentang ShoutBox, untuk2 beberapa alasan datang menggunakan shoutmix saya setuju. Namun, jika alasannya datang menggunakan shoutbox untuk mendatangkan traffic, ini menurut saya lebih g fear.

    Kedatangan pengunjung otomatis akan mendatangkan traffic, he..he..

    Terima kasih, salam semangat juga ya.

    ReplyDelete
  16. Ya pelampung atau ban-nya buat Ibu dan Istri, Si co renang aja... Co mah rata2 bisa renang... :-D aman kan, ya kalo ga tahan bisa pegangan dikit lah ma Ibu atao Istrinya.. namanyan co kepala rumah tangga, dan sebagai anak ia harus berbakti, di lain pihak Istri adalh tanggung jawabnya, entah di dunia maupun nanti di alam setelah mati.. jadi mau dan harus mau Co musti berusaha dua, tiga, atau bahkan beratus kali lebih, untuk menjalankan tanggung jawabnya. Apapun itu.. Kira-kira gitu deh... Salam sahabat.. :-D

    ReplyDelete

Terima Kasih atas Komentar anda, selamat bergabung di Exploe Blog

Followers