Palu dan Parigi Moutong

Kali pertama tugas yg saya emban untuk melakukan penanaman software di jembatan timbang moutong, setelah melalui penerbangan yg cukup melelahkan jakarta palu kini pendaratan telah sempurna di bandara mutiara palu.kembaki dengan maskapai singa terbang.

Singkatnya negoisasi dengan travel lokal DEAL 1.800.000 dengan waktu tempuh 12 jam, tepatnya  dari palu hingga perbatasan provinsi Gorontalo. Rahmat namanya cukup ramah dan bersahabat, entah karena harga travellnya atau tidak,tapi sepertinya senyuman dari beliau cukup ramah.

Perjalanan di awalin dengan meninggalkan kota palu.cukup kecil untuk ukuran ibukota provinsi, menuju kebun kopi, tapi kok ga ada kopinya ya.......bingung kok bisa di beri nama kebun kopi...heheheh, tapi jangan salah kisah misteri di kebun kopi ini cukup membuat bulu kuduk merinding dan ceritanya hampir kesohor di beberapa kota, dan jangan kaget kalau lewat kebun kopi tersebut, ada aja mobil yg masuk jurang.moga2 ga ada korban sih.

Selepas kebun kopi yg serem itu kita melanjutkan perjalan hingga ke moutong, cukup jauh dan membosankan, sepanjang jalan anda akan di hiasi hamparan pinggir pantai yg indah sepanjang jalan hingga sampai ketujuan, tapi warga2nya tidak memperdulikannya, apa mungkin sudah terbiasa kali yak.

Kelapa,kelapa dan kelapa hanya itu yg selalu menghalangi pandanganku ke arah pantai, dengan kamera kecilku kucoba abadikan moment demi moment, hingga sore pun tiba.

Pak sudah dekatkah?sambil melihat arlojiku....dia hanya senyum dan konsen kembali ke setir mobilnya, ketus sudah penantianku senyumannya mengatakan tidak atas pertanyaanku....
Tanpa kusadari musik yg aku dengar mulai dari palu hingga sampai ketujuan hanya satu lagu,yaitu judika aku yang tersakiti,. Dengan volume yg cuku besar hingga bisa di dengar radius 500m, tapi itu biasa buat mereka, terkadang aku juga kaget kalau ada mobil yg melintas atau datang dari arah berlawanan, serasa ada kondangan.hahahhhaha

Tepat pukul 18.20 waktu setempat kami tiba di lokasi, teamku yg sebelumnya sudah 2 bulan disana menyambut dengan penuh semangat.aku tau apa yg mereka pikirkan....(minum bisa bebas)hahahah, dasar pikiranku, emang gwnya aja yg pengen juga
.....
hari dan minggu berlalu kerjaan sudah hampir selesai tinggal menunggunsertifikasi dari dinas tertentu yg barang tentu harus kami tunggu dari palu (oh...jauhnya)

Menunggu team tersebut datang ku isi waktuku dengan bermain sama2 anak lokal, cukup beda paras dan sikap2nya dibanding jawa dan sumatera,entah apa perbedaanya yg pasti ga sama.
Matius namanya kerja sebagai sopir mobil pertamina untuk nge drop ke stasius2 pengisian alias spbu, orangnya kocak dan bocor, menikah dengan wanita yg menurut gw lebih tua dari usianya, atau jangan....jangan...tampak lebih tua karena melihat matius yg super aneh....ckckckck.

Tapi yg cukup bikin kaget, wanita2 agak nakal2,jgn kaget mereka yg godain lebih dulu...cie...cie,...(apa gw yg gr kali yak)mereka lumrah pacaran dengan gadis2 smp dan sma dan herannya lagi itu semacam prestasi... dan setiap malam selepas magrib coba lihat motor2 di sepinggiran jalan dan pasti orangnya ada di dalam rumput (mereka ngapain yak...)

Dari sisi pendidikan dan kesehatan mereka seolah tak di perdulikan,padahal nasionalis mereka cukup tinggi, untuk berobat saja merrka hatus ke kota palu naik ambulan, itu mau berobat apa mau ke pemakaman pikirku tanpa berniat negatif tapi karena tidak tega jelihat mereka.

Tapi semoga saja mereka bisa mendapatkannya.....amin

Disela2 keasikanku dengan mereka aku coba bertualang sendiri kedalam hutan moutung disana ada tukisan obyek wisata air terjun.tertulis agak jelas di pinggir jalan arah goronyalo.langkah demi langkah aku lalui, tepat di pertengahan jalan aku baru sadar dan mulai merasa takut, dan aku sadar bahwa aku sendir...tapi niat dan tekadku mengalahkan rasa ketakutanku.

Diam dan tak tau berkata apa, aku bingung melihat dua orang tua renta sepasang suami istri punya gubuk dalam hutan, benar saja tebakanku mereka suami istri, aku coba sengaja mampir dan singgah di gubuk mereka, asal kendari dan hidup berdua disana.suaminya suka berburu dan ibunya setia menunggu dirumah, wajah si ibu yg bersih dan tampak masih muda, di wajahnya yg terlihat hanya kesetian dan penantian.cukup berseri tampa beban,aku coba bercengkrama dengan mereka dengan niat keakraban.dan melihat sekitar lingkungannya hanya doa yg ter ucap dalam hatiku.LINGDUNGI MEREKA TUHAN

Kulanjutkan perjalanku menuju air terjun tujuan ku tadi dan benar saja,seram dan aneh, sendiri .....gr.......rrr.tampak dua orang datang kearahku dengan pisau atau golok yg panjang,badan tegap dan kekar, pagi pak....begitu sapaku mendahului mereka, pagi dek sambutnya tenang, sedang apa disini, dan dari mana?,dari depan pak, saya dari jakarta penasaran air terjunnya...heheh (tp jujur jantungku ga karuan melihat ketajaman goloknya)kami lagi berburu babi hutan mau di jual ke manado, begitu tegasnya. (Amin jawabku dalam hati)tak lama mereka berlalu melanjutkan perburuan.

Takut dan ragu sebenarnya, kucoba merensamkan tubuhku kedalam sungai kecil hasil bentukan air terjun tadi secara alami, tapi tidak bisa mengurangi rasa khawatirku,kusudahi sudah dan kuputuskan untuk kembali ke lokasi kami tinggal, karena memang suasananya sama sekali tidak nyaman,uh.....cukup tidak mengenakkan, satu sisi air terjunnyantidak ada hanya aliran sungai kecil dari mata air bukit, merasa ketipu jadinya......

Proyek usai,sertifikat usai, kamipun dengan team bertolak kepalu dan anda sudah bisa tebak, pak rahmat dan 12 jam perjalanan

Setiba di palu menginap di lawahba hotel, tarif 230rb,kamar luas dan cukup bersih, jarak 5 km dari bandara, akses taxi cepat dan murah

team bergeser ke mamuju sulawesi barat sementara aku kembali dulu ke jakarta

Hehehe, sekian dulu dari sulawesi tengah



Written by

0 komentar:

Terima Kasih atas Komentar anda, selamat bergabung di Exploe Blog

Followers